Assalamu'alaykum wr. wb
Hi guys! Maaf yaa post-an kali ini gue nggak isi dengan materi melainkan gue mau berbagi kebahagiaan sama kalian hehe Alhamdulillah banget setelah semua perjuangan gue di SMA, dari semester 1-4 yang penuh perjuangan dan semester 5-6 yang diisi dengan penuh duka, akhirnya Allah mengizinkan gue untuk menjadi mahasiswa di Universitas Indonesia!!! Gue berterimakasih kepada Allah SWT., orang tua, GO, teman-teman yang selalu support gue, dan seluruh lapisan masyarakat di bumi ini yg udah do'ain gue hehe. Gue berharap semoga teman-teman dan orang-orang yang membaca blog ini, kita semua bisa meraih cita-cita, menjadi orang-orang yang sukses di dunia dan di akhirat, serta menjadi orang-orang yang bermanfaat bagi agama, nusa, dan bangsa. Aaamiin.
Tak lupa, gue mengucapkan terimakasih kepada mereka yang sudah menorehkan luka hehe walaupun sakit ini terus ada, tapi itu juga yang membuat gue berusaha menjadi lebih baik setiap harinya.
God bless you all.
P.s (i'll give u a little advice based on my experience)
1. 'Never give up on what u want. If u fail, try it again. Because failure is the beginning of success. No matter who u are or where u come from, if u always try and have a big desire, u always have a chance to achieve a bright future.'
2. 'I believe that experience is the best teacher, whatever the experience of it (bitter or sweet), there is always a positive side you can take from it.'
Love,
Anggi A
Selasa, 07 Juni 2016
Minggu, 28 Februari 2016
Fotosintesis?
1.
Syarat terjadinya Fotosintesis
Jawab :
1.
Adanya
CO2 dan H2O. CO2 diambil dari udara, sedangkan H2O diambil dari dalam tanah.
CO2 masuk ke dalam daun melalui stomata (mulut daun) sedangkan H2O sampai di
daun melalui proses pengangkutan
2. Peristiwa fotosintesis
berlangsung pada bagian tubuh tumbuhan yang mengandung klorofil (zat hijau
daun), umumnya terjadi pada bagian daun, namun memungkinkan pada bagian yang
lain seperti pada batang (terjadi pada tanaman kaktus, daunnya berbentuk
seperti jarum sedangkan batangnya banyak mengandung klorofil, sehingga batang
berperan dalam peristiwa fotosintesis)
3.
Adanya
sumber energi, yaitu energi cahaya matahari, manfaatnya adalah untuk membentuk
molekul kompleks (amilum) dari molekul sederhana (CO2 dan H2O).
Atau
dengan singkatnya :
Faktor yang Mempengaruhi
Fotosintesis:
Ø Faktor Dalam
o
Klorofil
o
Protoplasma
o
Resistensi/hambatan daun (kutikula)
o
Aktivitas enzim fotosintesis
o
Struktur daun (luas daun)
o
Kedudukan daun (kapasitas sinar yang
diserap)
o
Umur daun (jumlah klorofil berbeda)
Ø Faktor Luar
o
Ketersediaan CO2
o
Cahaya matahari/sinar (intensitas,
gelombang, warna)
o
Temperatur
o
Air (turgiditas sel)
o Oksigen (O2 menghambat asimilasi CO2)
2.
Jelaskan proses yang terjadi, zat yang dihasilkan, dan
tempat terjadinya :
a.
Fotosintesis fase terang
b.
Fotosintesis fase gelap
Jawab
:
Reaksi
|
Tempat
|
Melibatkan
|
Proses
|
Hasil
|
Terang
|
Grana
|
Cahaya
Klorofil
ADP
H2O
NADP
|
- Fotolisis
- Fotokimia
- Transfer e-
(reaksi Hill)
*Siklik : ATP
*Non Siklik : ATP, NADP.H2, O2
|
ATP
NADP.H2
O2
|
Gelap
|
Stroma
|
CO2
RuBP/RDP
NADP.H2
ATP
|
- Fiksasi
- Siklus Calvin
|
C6H12O6
|
a. Reaksi Terang
(Light-Dependent Reaction)
Reaksi terang terjadi dalam membran tilakoid yang di dalamnya terdapat pigmen klorofil a, klorofil b, dan pigmen tambahan yaitu karoten. Pigmen-pigmen ini menyerap cahaya ungu, biru, dan merah lebih baik daripada warna cahaya lain.
Reaksi terang merupakan reaksi penangkapan energi cahaya. Energi cahaya yang diserap oleh membran tilakoid akan menaikkan elektron berenergi rendah yang berasal dari H2O. Elektron-elektron bergerak dari klorofil a menuju sistem transpor elektron yang menghasilkan ATP (dari ADP + P).
Elektron-elektron berenergi ini juga ditangkap oleh NADP+. Setelah menerima elektron, NADP+ segera berubah menjadi NADPH. Molekul-molekul ini (ATP dan NADPH) menyimpan energi untuk sementara waktu dalam bentuk elektron berenergi yang akan digunakan untuk mereduksi CO2. Reaksi terang melibatkan dua jenis fotosistem, yaitu fotosistem I dan fotosistem II. Apakah sebenarnya fotosistem itu?
Telah dijelaskan bahwa dalam tilakoid terdapat beberapa pigmen yang berfungsi menyerap energi cahaya. Pigmen-pigmen itu antara lain klorofil a, klorofil b, dan pigmen tambahan karotenoid. Setiap jenis pigmen menyerap cahaya dengan panjang gelombang tertentu.
Molekul klorofil dan pigmen asesori (tambahan) membentuk satu kesatuan unit sistem yang dinamakan fotosistem. Setiap fotosistem menangkap cahaya dan memindahkan energi yang dihasilkan ke pusat reaksi, yaitu suatu kompleks klorofil dan protein-protein yang berperan langsung dalam fotosintesis.
Fotosistem I terdiri atas klorofil a dan pigmen tambahan yang menyerap kuat energi cahaya dengan panjang gelombang 700 nm sehingga sering disebut P700. Sementara itu, fotosistem II tersusun atas klorofil a yang menyerap kuat energi cahaya dengan panjang gelombang 680 nm sehingga sering disebut P680.
Ketika suatu molekul pigmen menyerap energi cahaya, energi itu dilewatkan dari suatu molekul pigmen ke molekul pigmen lainnya hingga mencapai pusat reaksi. Setelah energi sampai di P700 atau di P680 pada pusat reaksi, sebuah elektron kemudian dilepaskan menuju tingkat energi lebih tinggi.
Elektron berenergi ini akan disumbangkan ke akseptor elektron. Dalam reaksi terang, terdapat 2 jalur perjalanan elektron, yaitu jalur elektron siklik dan jalur elektron nonsiklik.
1) Jalur elektron siklik
Jalur elektron siklik dimulai setelah kompleks pigmen fotosistem I menyerap energi matahari. Pada jalur ini, elektron berenergi tinggi (e-) meninggalkan pusat reaksi fotosistem I, tetapi akhirnya elektron itu kembali lagi.
Elektron berenergi (e-) meninggalkan fotosistem I (pusat reaksi klorofil a) dan ditangkap oleh akseptor elektron kemudian melewatkannya dalam sistem transpor elektron sebelum kembali ke fotosistem I. Jalur elektron siklik hanya menghasilkan ATP.
Namun, sebelum kembali ke fotosistem I, elektron-elektron itu memasuki sistem transpor elektron, yaitu suatu rangkaian protein pembawa yang mengalirkan elektron dari satu protein pembawa ke protein pembawa berikutnya. Ketika elektron melalui protein pembawa ke protein pembawa berikutnya, energi yang akan digunakan untuk membentuk ATP dilepaskan dan disimpan dalam bentuk gradien hidrogen (H+). Saat ion hidrogen ini melalui gradien elektrokimia melalui kompleks ATPsintase, terjadilah pembentukan ATP.
ATP terbentuk karena adanya penambahan gugus fosfat pada senyawa ADP yang diatur oleh energi cahaya sehingga prosesnya disebut fotofosforilasi.
Pembentukan ATP terjadi melalui rute transpor elektron siklis maka disebut juga fotofosforilasi siklis.
2) Jalur elektron
nonsiklik
Reaksi ini dimulai ketika
kompleks pigmen fotosistem II (P 680) menyerap energi cahaya dan elektron
berenergi tinggi meninggalkan molekul pusat reaksi (klorofil a). Fotosistem II
mengambil elektron dari hasil penguraian air (fotolisis) dan menghasilkan
oksigen melalui reaksi berikut.
Oksigen dilepaskan oleh kloroplas sebagai gas oksigen. Sementara itu, ion hidrogen (H+) untuk sementara waktu tinggal di ruang tilakoid.
Elektron-elektron berenergi tinggi yang meninggalkan fotosistem II ditangkap oleh akseptor elektron dan mengirimnya ke sistem transpor elektron. Elektron-elektron ini melewati satu pembawa ke pembawa lainnya dan energi untuk pembentukan ATP dikeluarkan dan disimpan dalam bentuk gradien hidrogen (H+). Ketika ion-ion hidrogen melewati gradien elektrokimia serta kompleks sintase ATP, terbentuklah ATP secara kemiosmosis.
Sementara itu, elektron-elektron berenergi rendah meninggalkan sistem transpor elektron menuju fotosistem I. Ketika fotosistem I menyerap energi cahaya, elektron-elektron berenergi tinggi meninggalkan pusat reaksi (klorofil a) dan ditangkap oleh akseptor elektron. Selanjutnya, sistem transpor elektron membawa elektron-elektron ini ke NADP+. Setelah itu, NADP+ mengikat ion H+ terjadilah NADPH2, seperti reaksi berikut.
Dengan demikian jalur elektron nonsiklis menghasilkan ATP dan NADPH2. NADPH2 dan ATP yang dihasilkan dalam elektron nonsiklik akan digunakan dalam reaksi tahap kedua (reaksi gelap) sintesis karbohidrat.
b. Reaksi Gelap
(Light-Independent Reaction)
Reaksi gelap merupakan reaksi tahap kedua dari fotosintesis. Disebut reaksi gelap karena reaksi ini tidak memerlukan cahaya. Reaksi gelap terjadi di dalam stroma kloroplas.
Reaksi gelap pertama kali ditemukan oleh Malvin Calvin dan Andrew Benson. Oleh karena itu, reaksi gelap fotosintesis sering disebut siklus Calvin-Benson atau siklus Calvin. Siklus Calvin berlangsung dalam tiga tahap, yaitu fase fiksasi, fase reduksi, dan fase regenerasi.
Pada fase fiksasi terjadi
penambatan CO2 oleh ribulose bifosfat (Ribulose biphosphat = RuBP) menjadi
3-fosfogliserat (3- phosphoglycerate = PGA). Reaksi ini dikatalisis oleh enzim
ribulose bifosfat karboksilase (Rubisco).
Pada fase reduksi diperlukan ATP dan ion H+ dari NADPH2 untuk mereduksi 3-fosfogliserat (PGA) menjadi 1,3-bifosfogliserat (PGAP) kemudian membentuk fosfogliseraldehid (glyceraldehyde-3-phosphat = PGAL atau G3P = glukosa 3-fosfat).
Pada fase regenerasi, terjadi pembentukan kembali RuBP dari PGAL atau G3P. Dengan terbentuknya RuBP, penambatan CO2 kembali berlangsung.
Secara ringkas reaksi
gelap atau siklus Calvin dijelaskan dalam skema berikut.
Kapan glukosa terbentuk?
Setiap 6 atom karbon yang memasuki siklus Calvin sebagai CO2, 6 atom karbon
meninggalkan siklus sebagai 2 molekul PGAL atau G3P, kemudian digunakan dalam
sintesis glukosa atau karbohidrat lain (perhatikan kembali siklus Calvin di
atas).
Reaksi endergonik antara 2 molekul G3P atau PGAL menghasilkan glukosa atau fruktosa. Pada beberapa tumbuhan, glukosa dan fruktosa bergabung membentuk sukrosa atau gula. Pada umumnya, Sukrosa dapat dipanen dari tanaman tebu atau bit. Selain itu, sel tumbuhan juga menggunakan glukosa untuk membentuk amilum atau selulosa.
Berdasarkan tipe pengikatan terhadap CO2 selama proses fotosintesis terdapat tiga jenis tumbuhan, yaitu tanaman C3, tanaman C4, dan tanaman CAM.
Reaksi endergonik antara 2 molekul G3P atau PGAL menghasilkan glukosa atau fruktosa. Pada beberapa tumbuhan, glukosa dan fruktosa bergabung membentuk sukrosa atau gula. Pada umumnya, Sukrosa dapat dipanen dari tanaman tebu atau bit. Selain itu, sel tumbuhan juga menggunakan glukosa untuk membentuk amilum atau selulosa.
Berdasarkan tipe pengikatan terhadap CO2 selama proses fotosintesis terdapat tiga jenis tumbuhan, yaitu tanaman C3, tanaman C4, dan tanaman CAM.
3. Sebutkan tokoh (3) yang menyelidiki tentang
proses fotosintesis + hasil + proses + alat.
Jawab
:
Ø Ingenhouze (menggunakan
Hydrilla) = membuktikan
fotosintesis mengeluarkan O2.
Pada tahun 1779, seorang dokter berkebangsaan
Inggris bernama Jan Ingenhousz berhasil membuktikan bahwa proses fotosintesis
menghasilkan oksigen (O2). la melakukan percobaan dengan tumbuhan air Hydrilla
verticillata di bawah corong kaca bening terbalik yang dimasukkan ke dalam
gelas kimia berisi air. Jika Hydrilla verticillata terkena cahaya matahari,
maka akan timbul gelembung-gelembung gas yang akhirnya mengumpul di dasar
tabung reaksi. Ternyata gas tersebut adalah oksigen. Beliau juga membuktikan
bahwa cahaya berperan penting dalam proses fotosintesis dan hanya tumbuhan
hijau yang dapat melepaskan oksigen.
Ø Engelmann (menggunakan Spirogyra dan bakter) = membuktikan fotosintesis membutuhkan
cahaya, klorofil, dan menghasilkan O2.
Pada tahun 1822 Engelmann berhasil membuktikan
bahwa klorofil merupakan faktor yang harus ada dalam proses fotosintesis. la
melakukan percobaan dengan ganggang hijau Spirogyra yang kloroplasnya berbentuk
pita melingkar seperti spiral. Dalam percobaan tersebut ia mengamati bahwa
hanya kloroplas yang terkena cahaya mataharilah yang mengeluarkan oksigen. Hal
itu terbukti dari banyaknya bakteri aerob yang bergerombol di sekitar kloroplas
yang terkena cahaya matahari.
Ø Sachs
(Uji
Yodium) = Membuktikan fotosintesis menghasilkan amilum.
Pada tahun 1860, Sachs membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan
amilum. Dalam percobaannya tersebut ia menggunakan daun segar yang sebagian dibungkus dengan kertas timah. Kemudian,
daun tersebut direbus, dimasukkan ke dalam alkohol dan ditetesi dengan
iodium.Ia menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang tidak ditutupi
kertas timah menandakan adanya amilum. Pada uji Sachs ini bertujuan melakukan uji apakah tanpa cahaya daun tidak berfotosintesis.
Percobaan ini berdasar pada ciri hidup yang hanya dimiliki oleh tumbuhan hijau
yaitu kemampuan dalam menggunakan karbondioksida dari udara untuk diubah
menjadi bahan organik serta direspirasikan /dessimilasi.
Bahan organik dalam tubuhnya sehingga zat organik itu bisa digunakan
untuk aktivitas makhluk hidup.Berdasarkan percobaan yang dihasilkan
diperoleh bahwa bagian daun yang di tutupi oleh kertas amilum tidak
berubah warna ( hijau pucat) setelah ditetesi oleh lugol. Sedangkan daun yang
tidak ditutupi mengalami perubahan warna menjadi hitam, hal tersebut
terjadi karena pada daun yang ditutupi kertas alumunium, mengalamai pembelokan
cahaya,sehingga fotosintetis tidak dapat berlangsung, akibat dari tidak
tersedianya bahan bakar untuk melakukan fotosintetis. Beda halnya
dengan bagian daun yang tidak ditutupi kertas alumunium, pada bagian tersebut
tetap berlangsung proses fotosintetis, sehingga saat ditetesi lugol daun
tersebut bereaksi dan mengalami perubahan warna, yang membuktikan bahwa adanya
kandungan amilum, pada saat peroses fotosintesis berlangsung.
Senin, 22 Februari 2016
I'm Back Part 2
HAI HAI!!!
Udah hampir 3 tahun ya gue ga ngeblog, terakhir ngepost itu awal banget masuk SMA dan sekarang gue udah duduk di kelas XII. Ngga kerasa ya waktu berjalan cepet banget. Selama di SMA banyak banget kenangan yang gue dapet, dari kenangan manis sampe pait banget. Kisah belajar di SMA sampe percintaan gue yang kandas begitu aja setelah bbrp tahun gue berjuang #curhat.
Tenang... gue gaakan curhat disini kok, karena ngga baik membuka luka lama, dan btw sampe hari ini Alhamdulillah gue baik-baik aja haha. Berhubung postan sebelumnya mengenai materi-materi pelajaran, Insya Allah gue akan memfokuskan blog ini lebih kepada ilmu/edukasi. Tunggu ya buat materi selanjutnya!
Sekian sambutan dari gue, mohon maaf apabila ada sedikit curahan hati dan kemunculan yang tidak terduga.
Btw, do'ain gue ya supaya gue bisa diterima jd maba di UI hehe thankyou guyz.
Tenang... gue gaakan curhat disini kok, karena ngga baik membuka luka lama, dan btw sampe hari ini Alhamdulillah gue baik-baik aja haha. Berhubung postan sebelumnya mengenai materi-materi pelajaran, Insya Allah gue akan memfokuskan blog ini lebih kepada ilmu/edukasi. Tunggu ya buat materi selanjutnya!
Sekian sambutan dari gue, mohon maaf apabila ada sedikit curahan hati dan kemunculan yang tidak terduga.
Btw, do'ain gue ya supaya gue bisa diterima jd maba di UI hehe thankyou guyz.
Love,
Anggi Afriani
Jumat, 13 September 2013
I'M BACK!!!
Hai-hai :D Anggi is back!!! Udah lama nih ngga ngepost lagi,
gara gara sibuk banget deh waktu kelas 9. Ketar-ketir pas UN 20 paket itu, tapi
Alhamdulillah gua dapet nem yang memuaskan dan masuk SMA yg gua pengenin hehe.
Sekarang…… gua udah jadi anak (baru) SMA loohh. Gapapa deh baru, yang penting
udah SMA ini. Insya Allah untuk ke
depannya, gua akan nge-share lagi seputar pelajaran yang udah gua dapet ya.
Mungkin ngga terlalu sering, soalnya bener bener fokus banget sama nilai nih,
biar bisa dapet PTN yang bagus hehe (curcol). Oke guysss, sekian dari gua. LET’S
ENJOY THIS BLOG!!! Terimakasih, Wassalamu’alaikum warohmatullahi, wabarakaatuh.
Kamis, 12 September 2013
IV. Protista Mirip
Jamur (Jamur Protista)
Protista ini
disebut mirip jamur karena
struktur tubuh, cara reproduksinya yang mirip fungi dan memiliki ciri-ciri
seperti jamur, antara lain bersifat eukariotik, tidak memiliki klorofil, dapat
menghasilkan spora dan heterotrof. Pada saat zigot, Protista ini bergerak mirip
Amoeba. Protista mirip jamur ini dibagi 3, yaitu: Jamur lendir plasmodial
(Myxomycota), jamur lender seluler (Acrasiomycota) dan jamur air (Oomycota).
A. Jamur Lendir Plasmodial (Plasmodial Slime Mold)
Jamur lendir plasmodial disebut juga
Myxomycota (Jamur lendir tidak bersekat). Sebagian besar spesies ini memiliki
cirri berpigmen terang, umumnya berwarna kuning atau oranye, bersifat
hetetotrof fagosit dan memiliki tahapan makan berbentuk massa ameboid (seperti amoeba). Massa ameboid tersebut
dinamakan plasmodium. Plasmodium
Myxomycota merupakan massa tunggal sitoplasma yang tidak terbagi oleh membran
sehingga banyak mengandung nukleus. Nukleus pada plasmodium umumnya bersifat
diplod (2n) dan dapat membelah mitosis secara bersamaan. Terkadang plasmodium
berbentuk seperti jaringan untuk memperluas permukaan tubuhnya, sehingga banyak
memperoleh makanan dan oksigen.
Pada fase plasmodium, jamur lendir ini
memperoleh makanan dengan cara menjulurkan pseudopodianya ke arah makanan,
kemudian ditelat (fagositosis). Jamur lendir ini bereproduksi secara aseksual
dengan membentuk sporangium dan
bereproduksi secara seksual dengan singami
(penggabungan) antara sesama sel ameboid atau antara sel berflagela.
Siklus hidup jamur plasmodial adalah:
2. Pada saat kekeringan, plasmodium dewasa
membentuk sporangium bertangkai(stalk).
3.
Di dalam spongarium terjadi pembelahan secara
meiosis dan menghasilkan spora yang haploid
dan tahan terhadap kekeringan.
4.
Jika lingkungan baik, spora akan
berkecambah
membentuk sel aktif yang haploid.
5.
Sel-sel tersebut akan berubah menjadi sel
ameboid atau sel berflagela.
Contoh Myxomycota adalah:
B.
Jamur Lendir Seluler (Cellular Slime Mold)
Jamur lendir seluler disebut juga Acrasiomycota (jamur lendir bersekat).
Jamur lendir ini memiliki tahapan (fase)
makan berupa sel-sel yang hidup soliter, tetapi setelah makanannya habis,
sel-sel tersebut membentuk agregat (koloni) dalam 1 unit. Dalam 1 agregat
tersusun sekitar 125.000 sel. Jamur lendir seluler berkromosom haploid (n),
hanya zigot yang memiliki kromosom diploid (2n). Sel-sel Acrasiomycota tetap
mempertahankan identitasnya dan terpisahkan oleh membran mereka.
Jamur lendir ini bereproduksi secara
aseksual dengan membentuk tubuh buah (fruiting
body), dan bereproduksi secara seksual dengan singami sel ameboid. Terdapal
sekitar 65 spesies jamur lendir seluler, antara lain Dictyostelium discoideum, Polysphondylium sp.,
Coenonia sp., dan
Acytostelium sp.
Siklus hidup jamur lendir seluler ini adalah:
1. Pada saat persedian makanan tidak ada, sel-sel
ameboid berkromosom haploid (n) membentuk agregat.
2.
Agregat berbentuk seperti peluru dan dapat berpindah tempat.
3.
Agregat menetap untuk membentuk tubuh buah.
4.
Sel yang mongering membentuk batang penyokong (stalk). Sel-sel hidup bergerak ke atas sel yang mongering membentuk
kumpulan spora yang haploid. Spora tersebut merupakan tubuh buah.
5.
Spora bersifat resisten (tahan terhadap kondisi lingkungan buruk (kekeringan)).
6.
Jika spora jatuh ke tempat yang menguntungkan, akan tumbuh menjadi sel ameboid
yang haploid (n).
7.
Sel ameboid berada dalam tahap makan, hidup soliter, dan bergerak dengan
pseudopodia.
8.
Bila makanan sudah habis, sel-sel ameboid bergerak ke arah pusat agregat untuk
membuat suatu unit.
9.
Pada kondisi tertentu,sel ameboid dapat melakukan singami dan membentuk zigot
yg diploid (2n).
10.
Zigot yang diploid (2n) akan memakan sel-sel ameboid dan tumbuh menjadi sel
raksasa yang mengalami pembelahan secara meiosis dan mitosis. Hingga,
menghasilkan sel ameboid yang haploid (n).
11.
Bila sel raksasa pecah, sel-sel ameboid yang haploid akan keluar dan menjadi
sel pemakan.
C.
Jamur Air (Water Mold)
Oomycota (artinya fungi telur) atau jamur air
merupakan jamur uniseluler atau multiseluler yang memiliki dinding sel dari
selulosa. Oomycota disebut juga sebagai Jamur
Karat Putih (white rust) atau Jamur Berbulu Halus (downy mildew). Oomycota multiseluler berbentuk hifa halus
bercabang, tidak bersekat dan memiiki banayak inti (senositik). Oomycota
bereproduksi secara aseksual dengan pembentukan zoospore berflagela dua dan
secara seksual dengan pembuahan sel telur oleh inti sperma yang menghasilkan
zigot resisten (oospora).
Oomycota hidup secara heterotof dengan cara
menguraikan organisme lain yang sudah mati (saproba). Beberapa jenis ada yang hidup sebagai parasit.
Tedapat sekitar 500 spesies Oomycota, diantaranya:
1. Saproglenia sp., parasit pada ikan dan
serangga.
2. Plasmopara viticola, parasit pada
anggur.
3. Pythium sp., menyebabkan penyakit rebah
semai pada tanaman.
Sistem Ekskresi Manusia (Paru-Paru)
Paru-paru adalah organ pada sistem pernapasan (respirasi) dan
berhubungan dengan sistem peredaran darah (sirkulasi) vertebrata yang bernapas
dengan udara. Fungsinya adalah menukaroksigen dari udara dengan karbon dioksida dari darah. Prosesnya disebut "pernapasan
eksternal" atau bernapas. Paru-paru juga mempunyai fungsi
nonrespirasi. Istilah kedokteran yang berhubungan dengan paru-paru sering mulai
di pulmo, dari kata Latin pulmones untuk paru-paru.
1. Bagian Paru-Paru
1. Apeks, Apeks paru meluas kedalam leher sekitar 2,5
cm diatas calvicula.
2. Permukaan costo vertebra, menempel pada bagian
dalam dinding dada.
3. Permukaan mediastinal, menempel pada pericardium
dan jantung.
4. Dan basis, terletak pada diafragma
5. Paru-paru juga dilapisi oleh pleura yaitu parietal
pleura dan visceral pleura.
6. Didalam rongga pleura terdapat cairan surfaktan
yang berfungsi untuk lubrikasi.
7. Paru kanan dibagi atas 3 lobus lobus superior, medius, dan inferior.
Sedangkan paru kiri dibagi dua lobus yaitu lobus superior dan inferior.
8. Tiap paru dibungkus oleh jaringan elastik yang
mengandung pembuluh limfe, arteriola, venula, bronchial venula, ductus
alveolar, sakkus alveolar, dan alveoli.
9. Diperkirakan setiap paru-paru mengandung 150 juta
alveoli, sehingga mempunyai permukaan yang cukup luas untuk tempat permukaan/
pertukaran gas.
10. Antara selaput luar dan selaput dalam terdapat
rongga berisi cairan pleura yang berfungsi sebagai pelumas paru-paru.
11. Cairan pleura berasal dari plasma darah yang masuk
secara eksudasi.
12. Dinding rongga pleura bersifat permeabel
terhadap air dan zat-zat lain.
13. Paru-paru tersusun oleh bronkiolus, alveolus,
jaringan elastik, dan pembuluh darah.
14. Paru-paru berstuktur seperti spon yang elastis
dengan daerah permukaan dalam yang sangat lebar untuk pertukaran gas.
15. Didalam paru-paru, bronkiolus bercabang-cabang
halus dengan diameter kurang lebih 1 mm, dindingnya makin menipis jika
dibanding dengan bronkus.
16. Bronkiolus tidak mempunyai tulang rawan, tetapi
rongganya masih mempunyai silia dan dibagian ujung mempunyai epithelium berbentuk kubus bersilia.
17. Pada bagian distal kemungkinan tidak bersilia.
18. Bronkiolus berakhir pada gugus kantung udara
(alveolus).
19. Alveolus terdapat pada ujung akhir bronkiolus
berupa kantong kecil yang salah satu sisinya terbuka sehingga menyerupai busa.
20. Alveolus berselaput tipis dan disitu banyak
bermuara kapiler darah maka memungkinkan terjadinya difusi gas pernapasan.
2. Fungsi Paru-Paru
Paru-paru merupakan organ yang sangat vital bagi kehidupan manusia
karena tanpa paru-paru manusia tidak dapat hidup. Dalam Sistem Ekskresi,
paru-paru berfungsi untuk mengeluarkan Karbon Dioksida (CO2) dan uap
air (H2O).
Didalam paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida. Setelah membebaskan oksigen, sel-sel darah merah menangkap karbondioksida sebagai hasil metabolisme tubuh yang akan dibawa ke paru-paru. Di paru-paru karbondioksida dan uap air dilepaskan dan dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung
Didalam paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida. Setelah membebaskan oksigen, sel-sel darah merah menangkap karbondioksida sebagai hasil metabolisme tubuh yang akan dibawa ke paru-paru. Di paru-paru karbondioksida dan uap air dilepaskan dan dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung
3.
Penyakit Paru-Paru
a. Tuberkulosis (TBC)
·
Penyebab: Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium
tuberculosis. Penyakit ini dapat menular
melalui percikan ludah saat penderita batuk.
·
Gejala: Batuk berdahak lebih dari tiga minggu. Dapat juga disertai batuk yang
mengeluarkan darah. Penderita akan mengalami demam khususnya pada siang atau
sore, berkeringat pada malam hari. Nafsu makan menurun sehingga mengakibatkan
badan menjadi kurus.
·
Pencegahan dan solusi: Bila ada teman, tetangga atau anggota keluarga yang
mengalami gejala tersebut, ada baiknya Anda menyarankan untuk memeriksakan ke
dokter untuk mengetahui apakah batuknya merupakan penyakit TBC atau tidak.
Karena kadangkala penyakit batuk sering dianggap sepele, padahal penyakit ini
dapat membunuh seseorang bila tidak segera ditangani dan dapat menular kepada
orang lain.
·
Pengobatan: Pengobatan untuk TBC bila sudah diketahui sejak dini
sebenarnya tidak terlalu mahal dan mudah untuk disembuhkan karena sudah ada
obat yang disediakan pemerintah. Bila diperlukan, penderita TBC dapat juga
dikarantina di tempat khusus agar tidak menularkan penyakitnya.
Penyakit ini juga sebenarnya merupakan salah satu penyakit
yang sudah ditaklukan, tetapi belakangan kembali menyerang. Salah satunya
adalah karena penderita tuberkulosis ini tidak menghabiskan obat mereka. Obat
harus diminum secara teratur selama 6 sampai 9 bulan untuk menyembuhkan
penyakit ini. Tidak menghabiskan obat dapat menyebabkan penderita tidak dapat
sembuh dan menyebabkan obat tidak mampu lagi melawan kuman karena kuman menjadi
kebal.
b. Asma
·
Penyebab: Penyebab asma adalah penyempitan sementara pada saluran pernapasan
yang dapat menyebabkan penderitanya merasakan sesak napas. Penyempitan terjadi
pada pembuluh tenggorokan. Faktor keturunan sangat berperan pada penyakit ini,
bila ada orangtua atau kakek nenek yang menderita penyakit ini dapat menurun
kepada anak atau cucunya.
Alergi terhadap sesuatu seperti debu, perubahan suhu, kelembaban,
gerak badan yang berlebihan atau ketegangan emosi dapat meyebabkan alergi
sehingga selaput yang melapisi pembuluh akan membengkak dan mengeluarkan lendir
yang berlebihan sehingga pembuluh menjadi sempit dan penderita sulit bernapas.
Walau serangan sesak napas dapat hilang sendiri, tetapi serangan berat bila
tidak ditangani dapat menyebabkan kematian karena penderita tidak dapat
bernapas.
·
Gejala: Sesak napas disertai suara mengi (wheezing) Pencegahan dan solusi:
Hindari hal-hal yang dapat menyebabkan alergi pada penderita sehingga terjadi
serangan asma. Misalnya dengan membersihkan debu pada kasur, bantal atau
selimut. Hindari suhu dan kelembaban yang ekstrim, binatang piaran atau makanan
yang dapat menimbulkan alergi.
·
Pengobatan: Untuk mengatasi serangan asma adalah dengan
menggunakan obat pelega (bronchodilator) dengan cara dihirup. Cara lainnya adalah dengan
melakukan terapi yang akan mengajarkan bagaimana caranya rileks dan mengatur
napas apabila terjadi serangan asma. Bila penyakit asma sudah berat, dapat
menggunakan obat pelega setiap hari sampai serangan asma dapat dikontrol. Maka,
dianjurkan bagi penderitanya untuk selalu membawa obat pelega ke manapun dia
pergi agar dapat segera digunakan apabila terjadi serangan.
c. Bronkitis
·
Penyebab: Penyakit bronkitis karena peradangan pada bronkus (saluran yang membawa udara menuju paru-paru).
Penyebabnya bisa karena infeksi kuman, bakteri atau virus. Penyebab lainnya
adalah asap rokok, debu, atau polutan udara.
·
Gejala: Batuk disertai demam atau dahak berwarna kuning bila disebabkan oleh
infeksi kuman. Sedangkan bila bersifat kronik, batuk berdahak serta sesak napas
selama beberapa bulan sampai beberapa tahun.
·
Pengobatan: Untuk pengobatan bila disebabkan oleh bakteri atau
kuman dapat diatasi dengan meminum antibiotik sesuai anjuran dokter. Bila
disebabkan oleh virus, biasanya digunakan obat-obatan untuk meringankan gejala.
d.
Pneumonia
·
Penyebab: Pneumonia merupakan infeksi yang terjadi pada jaringan paru
(parenkim) yang disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur. Umumnya disebabkan
oleh bakteri streptokokus (Streptococcus) dan bakteri Mycoplasma
pneumoniae.
·
Gejala: Batuk berdahak dengan dahak kental dan berwarna kuning, sakit pada dada,
dan sesak napas juga disertai demam tinggi.
·
Pengobatan: Apabila
telah menderita pneumonia, biasanya disembuhkan dengan meminum antibiotik.
e.
Emfisema
·
Penyebab: Emfisema disebabkan karena hilangnya elastisitas alveolus.
Alveolus sendiri adalah gelembung-gelembung yang terdapat dalam paru-paru. Pada
penderita emfisema, volume paru-paru lebih besar dibandingkan dengan orang yang
sehat karena karbondioksida yang seharusnya dikeluarkan dari paru-paru
terperangkap didalamnya. Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin
adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru ini.
·
Gejala: Sesak napas dalam waktu lama dan tidak dapat disembuhkan dengan obat
pelega yang biasa digunakan penderita sesak napas. Nafsu makan yang menurun dan
berat badan yang menurun juga biasa dialami penderita emfisema.
f.
Kanker Paru-paru
·
Penyebab: Kanker telah menjadi penyakit yang mematikan, bahkan kanker
paru-paru merupakan pembunuh pertama dibandingkan
kanker lainnya. Sel tumor atau kanker yang tumbuh di paru-paru dialami oleh
penderita kanker paru-paru. Kanker dapat tumbuh di jaringan ini dan dapat
menyebar ke bagian lain.
Penyebab utamanya adalah asap rokok yang mengandung banyak
zat beracun dan dihisap masuk ke paru-paru dan telah terakumulasi selama
puluhan tahun menyebabkan mutasi pada sel saluran napas dan menyebabkan
terjadinya sel kanker.
Penyebab lain adalah radiasi radio aktif, bahan kimia
beracun, stres atau faktor keturunan.
·
Gejala: Batuk, sakit pada dada, sesak napas, batuk berdarah, mudah lelah dan
berat badan menurun. Tetapi seperti pada jenis kanker lainnya, gejala umumnya
baru terlihat apabila kanker ini sudah tumbuh besar atau telah menyebar.
4. Pencegahan Pada Penyakit Paru-Paru
a.
Tuberkulosis (TBC)
1. Menutup mulut pada waktu batuk dan bersin
2. Meludah hendaknya pada tempat tertentu yang sudah diberi desinfektan (air sabun)
3. Imunisasi BCG diberikan pada bayi berumur 3-14 bulan
4. Menghindari udara dingin
5. Mengusahakan sinar matahari dan udara segar masuk secukupnya ke dalam tempat tidur
6. Menjemur kasur, bantal,dan tempat tidur terutama pagi hari
7. Semua barang yang digunakan penderita harus terpisah begitu juga mencucinya dan tidak boleh digunakan oleh orang lain
8. Makanan harus tinggi karbohidrat dan tinggi protein
2. Meludah hendaknya pada tempat tertentu yang sudah diberi desinfektan (air sabun)
3. Imunisasi BCG diberikan pada bayi berumur 3-14 bulan
4. Menghindari udara dingin
5. Mengusahakan sinar matahari dan udara segar masuk secukupnya ke dalam tempat tidur
6. Menjemur kasur, bantal,dan tempat tidur terutama pagi hari
7. Semua barang yang digunakan penderita harus terpisah begitu juga mencucinya dan tidak boleh digunakan oleh orang lain
8. Makanan harus tinggi karbohidrat dan tinggi protein
b.
Asma
1. Menjaga Kesehatan
Menjaga kesehatan tubuh merupakan usaha yang tidak terpisahkan dari pengobatan penyakit asma. Bila penderita lemah dan kurang gizi, tidak saja mudah terserang penyakit tetapi juga berarti mudah untuk mendapat serangan penyakit asma beserta komplikasinya. Usaha mencegah penyakit ini antara lain berupa makan makanan yang bernilai gizi baik, minum banyak, istirahat yang cukup, rekreasi dan olahraga yang sesuai untuk mengatasi penyakit. Penderita dianjurkan banyak minum kecuali bila dilarang dokter, karena menderita penyakit lain seperti penyakit jantung atau ginjal yang berat.
2. Menjaga kebersihan lingkungan
Lingkungan dimana penderita hidup sehari-hari sangat mempengaruhi timbulnya serangan penyakit asma. Keadaan rumah misalnya sangat penting diperhatikan. Rumah sebaiknya tidak lembab, cukup ventilasi dan cahaya matahari. Saluran pembuangan air harus lancar. Kamar tidur merupakan tempat yang perlu mendapat perhatian khusus. Sebaiknya kamar tidur sesedikit mungkin berisi barang-barang untuk menghindari debu rumah.
Menjaga kesehatan tubuh merupakan usaha yang tidak terpisahkan dari pengobatan penyakit asma. Bila penderita lemah dan kurang gizi, tidak saja mudah terserang penyakit tetapi juga berarti mudah untuk mendapat serangan penyakit asma beserta komplikasinya. Usaha mencegah penyakit ini antara lain berupa makan makanan yang bernilai gizi baik, minum banyak, istirahat yang cukup, rekreasi dan olahraga yang sesuai untuk mengatasi penyakit. Penderita dianjurkan banyak minum kecuali bila dilarang dokter, karena menderita penyakit lain seperti penyakit jantung atau ginjal yang berat.
2. Menjaga kebersihan lingkungan
Lingkungan dimana penderita hidup sehari-hari sangat mempengaruhi timbulnya serangan penyakit asma. Keadaan rumah misalnya sangat penting diperhatikan. Rumah sebaiknya tidak lembab, cukup ventilasi dan cahaya matahari. Saluran pembuangan air harus lancar. Kamar tidur merupakan tempat yang perlu mendapat perhatian khusus. Sebaiknya kamar tidur sesedikit mungkin berisi barang-barang untuk menghindari debu rumah.
c.
Bronkitis
Meningkatkan daya tahan tubuh merupakan salah satu pencegahan yang dapat
dilakukan. Sedangkan untuk mencegah bronkitis kronik adalah dengan menghentikan
kebiasaan merokok juga menghindari asap rokok agar tidak menjadi perokok pasif
yang sangat berbahaya.
d.
Pneumonia
Selalu memelihara
kebersihan dan menjaga daya tahan tubuh tetap kuat dapat mencegah agar bakteri
tidak mampu menembus pertahanan kesehatan tubuh. Biasakan untuk mencuci tangan,
makan makanan bergizi atau berolahraga secara teratur.
e.
Emfisema
Menghindari asap rokok adalah langkah terbaik untuk mencegah penyakit
ini. Berhenti merokok juga sangat penting
f.
Kanker Paru-Paru
Menghindari rokok dan asap rokok juga banyak mengkonsumsi makanan
bergizi yang banyak mengandung antioksidan untuk mencegah timbulnya sel kanker.
Langganan:
Postingan (Atom)










